Berita seputar Cileungsi-Klapanunggal-Gunungputri-Sukamakmur-Jonggol-Cariu-Tanjungsari
News
25 Oktober 2014
Sampah Jadi Masalah Besar
Pihak perusahaan sendiri, hingga kemarin belum dapat dikonfirmasi. Namun, informasi lain yang dihimp detail

25 Oktober 2014
Percetakan Terbesar Di Bogor Timur
Widya Wdiya Widya detail

» index berita

Pabrik Plastik Ludes Dilalap Si Jago Merah
 

Satpol PP Segel Puluhan Panti Pijat Tanpa Ijin

 

CILEUNGSI:Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor melakukan penertiban besar-besaran terhadap puluhan tempat panti pijat tanpa ijin dan diduga sebagai tempat maksiat di wilayah Kecamatan Cileungsi. Penertiban dilakukan dengan cara melakukan penyegelan. Sikap tegas institusi penegak Peraturan Daerah (Perda) itu tidak semua berjalan mulus. Di antaranya, sempat mendapatkan perlawananan dari pemilik.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pemeriksaan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho, menyatakan, penyegelan tersebut dilakukan setelah adanya laporan warga terkait adanya kegiatan yang dianggap melanggar ketertiban umum. “Banyak aduan masyarakat yang merasa resah atas keberadaan puluhan panti pijat yang diduga melayani full servis alias plus-plus berbalut pijat kebugaran di sepanjang Jalan Transyogi Kecamatan Cileungsi. Setelah mendapatkan keluhan dari warga, kami langsung menginvestigasi lokasi panti pijat dan spa tersebut. Setelah beberapa waktu kami teliti, ternyata benar. Sehingga, kita langsung melakukan penyegelan,” katanya, Kamis (16/10).

Selain melanggar Perda No 8 Tahun 2006 Tentang Ketertiban Umum, panti pijat tersebut juga melanggar imbauan Bupati Bogor untuk tidak melakukan aktivitas maksiat ditempat umum. “Jadi, dasar kita melakukan penyegelan cukup kuat. Penyegelan ini juga sebagai salah satu bentuk ketegasan kita dalam menegakkan Perda,” jelasnya kepada wartawan.

Dalam aturan, lanjut Agus, praktik pijat memang tidak dibenarkan. Kalau untuk spa dan dan refleksi ada izinnya, panti pijat tidak. “Saya mengingatkan kepada masyarakat agar terus melakukan kerjasama dengan pemerintah terkait adanya dugaan pelanggaran. “Laporkan, hal sekecil apapun akan ditindaklanjuti Satpol PP jika itu melanggar aturan, karena kami adalah penegak Perda,” tandasnya.

Saat penyegelan, sempat terjadi penolakan dari pemilik, dengan alasan di lokasi panti pijat itu tidak ada kegiatan yang terlarang seperti yang dituduhkan warga, yakni adanya praktik mesum. Ada pula pemilik yang langsung menutup usahanya setelah melihat rombongan Satpol PP tengah menyegel panti pijat lainnya.

Sikap tegas Satpol PP Kabupaten Bogor tersebut, mendapatkan tanggaban dari kalangan lembaga swadaya masyarakat. Romi Sikumbang, Ketua LSM Penjara meminta Satpol PP Kabupaten Bogor tidak hanya bekerja dikarenakan kritik masyarakat. Juga diminta jangan hanya melakukan penyegelan tapi juga terkesan membiarkannya. Harus ada tindaklanjutnya.

“Hal inilah yang harus dibenahi. Jika mau membiarkannya, berikan kesempatan kepada pemiliknya untuk mengurus ijinnya sesuai dengan prosedur. Namun, jika mau ditutup, harus tegas,” imbuhnya.

Hal yang sama dikemukakan Alhafiz, Ketua LSM 1. “Penyegelan harus ada tindaklanjutnya. Apalagi, masalah prostitusi cukup marak di wilayah Cileungsi,” tambahnya. O ian

Pabrik Terbakar

GUNUNGPUTRI:Pabrik pengolahan plastik, PT Parindo Agung Mas Jaya yang berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, ludes dilalap si jago merah, Rabu (8/10) tengah malam. Api berhasil dilokalisir dan tidak merambat ke perumahan penduduk setelah sepuluh armada pemadam kebakaran didatangkan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, pihak perusahaan diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Informasi yang dihimpun Pakar, musibah kebakaran tersebut berlangsung sekitar pukul 23.30. Saat itu, Erik, warga setempat yang rumahnya berdampingan dengan pabrik, melihat kepulan asap yang disertai kobaran api di atap bangunan pabrik. Api tersebut bahkan dengan cepat membesar dan melahap bangunan. Dia lantas berteriak kebakaran dan berlari menghampiri petugas scurity yang berada di pintu gerbang perusahaan.
Teriakan Erik juga mengundang warga yang mendengarnya berdatangan ke sumber suara. Setelah melihat adanya kebakaran, warga berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Pihak scuriti segera meminta bantuan pemadam kebakaran yang datang sekitar setengah jam setelah kobaran api pertama ditemukan. “Saya cukup kaget ketika sedang ngopi di depan rumah, tiba-tiba melihat kobaran api yang cukup besar,” terangnya.
Kobaran api berhasil dipadamkan setelah sepuluh armada pemadam kebakaran datang. Selain dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, armada pemadam kebakaran tersebut di antaranya didatangkan dari Depok dan milik perusahaan yang berdekatan dengan PT Parindo Agung Mas Jaya. Pihak Polsek Gunungputri melakukan olah tempat kejadian perkara setelah api padam. Tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.
Tidak ada korban jiwa. Sumber api diperkirakan dikarenakan korsleting listrik. Kita juga telah memintai keterangan sejumlah saksi mata cepatnya api membesar dan melahap bangunan pabrik dikarenakan di dalam pabrik terdapat banyak bahan-bahan yang mudah terbakar. Pasalnya, sumber api sendiri berada di dalam gudang tempat penyimpanan bahan baku pabrik.,” jelas AKP Edwin, Kapolsek Cileungsi.
Pihak perusahaan sendiri, hingga kemarin belum dapat dikonfirmasi. Namun, informasi lain yang dihimpun, menyebutkan bahwa instalasi listrik di pabrik yang dimiliki warga negara asing tersebut sama sekali tidak rapi. Banyak kabel-kabel di dalam perusahaan yang kondisinya sudah rapuh. Diduga, hal itu pula yang memicu terjadinya korsleting listrik.
Tidak hanya itu, menurut sebuah sumber, perusahaan yang cukup besar itu juga diduga tiidak memiliki sarana instalasi pemadam kebakaran di dalam perusahaan. Sehingga, saat musibah kebakaran, api baru dapat dipadamkan setelah armada pemadam kebakaran datang. “Kita berharap, ke depan, pihak perusahaan lebih memerhatikan hal itu supaya jika ada kebakaran dapat dengan cepat teratasi,” tambah seorang warga. O lat

 

 

Under Construction

Search
Search:
Others
Information
2 user sedang online
Anda pengunjung ke-743
USD Calc
US$ x Rp. 9,500 =
Rp.  
Others

copyright 2014 @ Transyogi

Managed by Widya Komunika


Toko Online